Sabtu, 23 Desember 2017

Ritual Kebudayaan Sasak Bisoq Tian





Bisoq tian dalam Bahasa Indonesia, artinya cuci perut. Namun, masyarakat sasak mengartikan ritual bisoq tian ini merupakan tradisi masyarakat sasak yang dilaksanakan dalam bentuk rowah (selamatan). Saat usia kehamilan tujuh bulan, secara tradisional dianggap bayi yang dikandung sudah matang atau bayi sudah siap lahir.

Tradisi Bisoq tian dilakukan untuk menyiapkan calon Ibu dalam menghadapi proses melahirkan. Tradisi selamatan ini dikenal denngan nama rowah bisoq tian. Suasana Islami yang tergambar dalam tradisi bisoq tian ini, kental disetiap tahap ritualnya. Karena pada dasarnya masyarakat sasak secara pribadi beragama Islam.



Dapat kita lihat dalam keseharian bahwa banyak hal dari tradisi bisoq tian ini yang ditabukan oleh setiap masyarakat, seperti halnya saat seorang perempuan mengandung, yakni suaminya tidak diperbolehkan memotong rambut sampai istrinya melahirkan. Suami juga tidak boleh membunuh binatang, jika hal tersebut dilakukan, dipercaya keturunannya akan mengalami sesuatu hal yang tidak diinginkan. Karena masyarakat tradisional sasak memiliki keyakinan yang kuat, jika itu dilanggar maka anak yang dilahirka akan cacat.

Nah, kontroversi semacam inilah yang masih melekat di dalam diri masyarakat sasak. Jika kita berfikir atau merenungkan kembali bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah swt. Dalam surah At-tin ayat 4 menyatakan bahwa “Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.” Dari potongan ayat tersebut sudah semestinya kita sadar dan berfikir positif bahwa yang menciptakan segala sesuatu termasuk makhluk hidup dengan sempurna yakni Allah swt.
 

32 komentar:

  1. Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung ke blog seputar kebudayaan sasak

      Hapus
  2. wow sangat unik ,,,tumben saya mendengar ada tradisi semacam ini , pertahankan๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  3. unik sekali ini min, baru tau adatradisi seperti ini.
    makasih infonya

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat. Semangat untuk mengembangkan budaya Sasak!

    BalasHapus
  5. Tradisinya unik iya dan kalau masalah suami dilarang mencukur rambut pada saat istrinya sedang hamil memang saya percaya karena keluarga saya pernah mengalami hal itu.

    BalasHapus
  6. Tradisinya unik iya dan kalau masalah suami dilarang mencukur rambut pada saat istrinya sedang hamil memang saya percaya karena keluarga saya pernah mengalami hal itu.

    BalasHapus
  7. tradisi nya beda2 dikit seperti orang bima

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooo... orang bima juga seperti ini tradisinya?
      ohya mbak dari bima toh.. terimakasih nggih sudah berkunjung ke blog saya,, suatu kehormatan. :)

      Hapus
  8. Tradisi yang harus di lestarikan. Terimakasih atas postingannya sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan sasak

    BalasHapus
  9. Sangat mengagumkan. Kembangkan.

    BalasHapus
  10. Sangat mengagumkan. Kembangkan.

    BalasHapus
  11. jangan sampai hilang tradisi warisan leluhur daerah kita masing2...hampir mirip tradisinya dengan tradisi yg ada di Mbojo..maksud dan tujuannya sama ..tpi klo di Mbojo namanya "Kiri Loko" artinya membenarkan posisi anak yg ada dalam perut ibu...

    semangat terus memperkenalkan tradisi budaya✊✊

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohya? .. keren dong.. mari kita jaga dan lestarikan budaya tersebut,

      Hapus
  12. Postingan yg bagus semoga bermanfaat

    BalasHapus
  13. Bisoq tian sudah jarang di gunakan di daerah saya..

    BalasHapus
  14. Sya baru tahu ada tradisi seperti ini. Menambah wawasan saya. Thanks

    BalasHapus
  15. Ritual bisoq tian juga sering disebut 7 bulanan bagi wanita yang hamil. Ritual tersebut bisa dilakukan juga ketika usia kehamilan wanita dibawah 7 bulan.

    BalasHapus
  16. Ritual bisoq tian juga sering disebut 7 bulanan bagi wanita yang hamil. Ritual tersebut bisa dilakukan juga ketika usia kehamilan wanita dibawah 7 bulan.

    BalasHapus
  17. Sekarang jadi jauh lebih tahu.
    Makasih unt ilmunya.

    BalasHapus
  18. Nice,lebih baik lagi jika dikaji lebih dalam tradisi ini

    BalasHapus
  19. Nice,lebih baik lagi jika dikaji lebih dalam tradisi ini

    BalasHapus
  20. Memang tradisi Sasak itu selalu berjalan lurus dengan nilai2 agama.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Menarik dan unik!
    Tapi apa hakikatnya makna dari bisoq tian itu sendiri? Karena sya blm paham, bisoq tian berarti cuci perut. Khusus utk ibu hamil yg akan melahorkan dengan cara makan2 gitu?

    BalasHapus